qencani_kenalan_dengan_wanita

Menerapkan strategi online marketing saat kenalan dengan wanita

"Anu... ehm... Mbak, boleh kenalan?"

Menurut survey yang digagas Richard Larson, seorang Professor dari MIT, kita rata-rata menghabiskan waktu antara 30 menit hingga satu jam setiap harinya hanya untuk mengantre.

Antre ngambil duit di ATM, antre bayar Kinder Joy di Indomaret, sampai antre di tempat laknat bernama WC yang naudzubillah wanginya.

Itu artinya, setiap hari ada banyak sekali waktu yang bisa kita manfaatkan untuk bersosial dengan orang-orang yang belum kita kenal.

Kenalan dengan wanita, misalnya.

Itu artinya, sayang sekali kalau kita tidak memanfaatkan waktu seberharga itu dengan baik ketika melihat lawan jenis yang “ya ampun… calon istriku!”

Saya, misalnya:

“Misi, kursi ini kosong?” Tanya saya ke seorang wanita ketika kami sama-sama menunggu giliran dilayani teller sebuah bank di Jogja.

“Kosong,” jawabnya tanpa menoleh sedikit pun.

Setelah duduk, saya berusaha mengenal wanita yang saya yakin namanya bukan Mawar ini, apalagi pakai embel-embel usia 21 tahun dan suaranya dicemprengin. “Jadi, udah lama nunggunya?”

Entah dapat bisikan setan dari mana, kali ini dia menatap saya, “iya nich… teller-nya lelet.”

“Hm… pasti udah diatur sama direktur bank-nya nih.”

“Diatur gimana maksudnya?”

“Iya. Diatur biar kamu kesel, terus pengen ngobrol, terus pengen kenalan sama aku.”

“Konspirasi?!”

“Bisa jadi. Mending kita turuti aja deh biar mereka happy. Aku Aam, kamu?”

Wanita yang Masya Allah cantiknya itu memiringkan kepalanya, tersenyum, dan bertambahlah satu nama lagi di daftar kontak WhatsApp saya.

Well, cerita di atas hanyalah prolog.

Yang jelas, menurut John Watson, 8 dari 10 pria mengaku panik dan tegang saat kenalan dengan wanita karena di otak mereka ada banyak sekali motif tersembunyi yang lebih dari sekadar kenalan.

Misal…

Belum apa-apa kamu sudah ingin membuatnya tertarik, ingin dekat dengannya, ingin menyentuhnya, ingin menghabiskan waktu bersamanya, ingin menjadikan dia istrimu, atau yang lebih parah, sudah berkhayal ingin bercinta dengannya.

Intinya, hatimu selalu bersenandung seperti Nobita, “Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali…”

Hal seremeh itulah yang selalu dan selalu membuatmu gagal berkenalan dan mendapatkan hati seorang wanita.

Percayalah, Mas Karjo!

Kenalan dengan wanita ala strategi online marketing

Nah, maka. agar tidak semakin terjerembab dalam kecemburuan tingkat nasional setiap akhir pekan tiba, ga ada salahnya kamu mengadopsi salah satu strategi yang dipakai Dewa Eka Prayoga dkk.

Tentu bukan untuk mendapatkan pelanggan, tapi dalam upaya menggaet wanita idaman.

Dalam ilmu online marketing, ada yang namanya Landing Page.

Ini, adalah satu laman web yang dibuat khusus oleh para online marketer untuk merayu calon pelanggan agar mau melakukan apa yang mereka inginkan.

Dan salah satu kunci keberhasilan sebuah Landing Page adalah menetapkan HANYA satu tujuan, bukan dua atau selebihnya. Meminta calon pelanggan menulis email, misalnya.

Kalau sampai ada lebih dari satu tujuan dalam sebuah Landing Page, maka para online marketer menyebutnya sebagai kegagalan yang haqiqi. Bukan lagi bid’ah hasanah.

Mengapa?

Karena akan terjadi ambigu yang membuat calon pelanggan bingung dan akhirnya justru tidak melakukan apa-apa. Yang paling parah, mereka langsung menekan tombol Close Tab dan pergi begitu saja.

Nah, dalam konteks kenalan dengan wanita, akan sangat baik kalau kamu menerapkan strategi yang sama.

Kalau mau kenalan, ya kenalan saja. Minta nomor WhatsApp-nya setelah tahu namanya sudah lebih dari cukup. Tapi jangan memaksa.

Kalau kamu memaksa, apalagi disertai dengan banyak keinginan ini-itu ala Nobita, percayalah… selamanya kamu tidak akan lulus kuliah.

Tak kunjung mendapatkan hati seorang wanita, maksud saya.

Yang paling parah, dia bisa saja berpikir “orang ini mau kenalan apa mau menghipnotis sih…?” dan mendadak pergi dengan cara yang semena-mena.

Bukannya apa-apa, sikap defensif seperti itu muncul karena pada dasarnya, wanita selalu merasa takut pada pria. Apalagi pria dari entah berantah seperti kamu.

Maka, untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk seperti itu, keinginan-keinginan lain di pikiranmu bisa diusahakan lagi di Landing Page (baca: kesempatan) berikutnya, di hari-hari berikutnya.

Pokoknya yang sabar, Mas Karjo…

Percayalah, berusaha dan berdoa tidak akan membuat cinta mengkhianatimu.

Lagipula, bukankah menunggu adalah ketemu yang tertunda? (Tapi tolong Ya Allah, jangan tunda terlalu lama).

Saya Amanes Marsoum, salam.