qencani_menghargai_wanita

Hargai wanita dulu, jadi rebutan kaum Hawa kemudian

Menghargai wanita itu semudah ngerokok tapi lupa di mana naruh koreknya

Karena kamu sudah membuka halaman ini, artinya kamu punya niat untuk benar-benar menghargai wanita.

Bagus!

Kaum Hawa di luar sana pasti girang karena akan ada satu lagi pria berkualitas yang pantas diperebutkan. Yaitu kamu.

(Udahan GR-nya, lanjut baca dulu…)

Berdasarkan pengamatan, pemahaman, dan penelitian saya yang tentu saja tidak kredibel, menghargai wanita itu tidak sulit. Kalau kamu membaca panduan ini sampai habis, pasti bisa.

Tapi tergantung level keimananmu juga sih…

Pokoknya, yang perlu diperhatikan adalah fakta bahwa masyarakat kita telah didoktrin untuk tidak menghargai tubuh, pikiran, dan banyak hal lagi dari wanita.

Jadi wajar kalau ada saat dimana kamu yakin sudah menghargai mereka, tapi sebenarnya belum.

Yang tidak wajar itu kalau kamu tidak mau berusaha mengubah sikap dan mindset-mu tentang wanita.

Kalau kamu masih ingin tuma’ninah berburu 3gp dengan modal VPN gratisan, jelas wejangan yang akan saya sampaikan ini menjadi tidak bermutu.

Lanjut…

Semua wanita pantas dihargai

Ini bukan hal baru. Semua orang tahu itu.

Masalahnya, sejak kecil wanita sudah diajari untuk menunduk dan bersikap sopan bahkan ketika mereka tidak dihargai.

Memang ada segelintir wanita super yang siap menantang siapa saja yang melecehkan mereka.

Tapi kebanyakan, hanya bisa menggigit bibir dan menangis.

Jadi sebelum kamu belajar menghargai wanita, kamu harus percaya kalau wanita itu memang pantas dihargai. Bukan sekadar omongan saja.

Bagaimana caranya?

Tempatkan dirimu di posisi mereka.

Banyak pria mengaku tahu apa yang harus dilakukan untuk menghargai wanita karena mereka punya ibu atau saudara perempuan.

Yakin?

Ibu dan saudara perempuan tidak bisa dijadikan alibi untuk bisa atau tidak bisa menghargai wanita.

Alih-alih seperti itu, kamu harus berpikir bagaimana perasaanmu ketika kamu diperlakukan seperti kebanyakan pria memperlakukan wanita.

Kamu harus berpikir seolah-olah kamu ada di posisi mereka.

  • Bagaimana perasaanmu kalau orang-orang menyalahkan sikap dan perilakumu ketika menstruasi datang?
  • Bayangkan kamu disoraki hanya karena kebetulan lewat di depan kerumunan pria yang nongkrong di pinggir jalan.
  • Bagaimana perasaanmu ketika kamu pede mengenakan pakaian terbaikmu, tiba-tiba didatangi orang dan digerayangi?
  • Bagaimana kalau kamu jadi satu-satunya orang yang dipaksa membuatkan kopi untuk semua teman di kantormu?
  • Apa yang kamu rasakan ketika kamu disalahkan karena keputusan yang kamu buat hanya karena kamu wanita?
  • Kamu dibenci karena bekerja padahal sudah punya keluarga. Bagaimana perasaanmu?

Pikirkan semua itu ketika lain kali kamu bertemu wanita mana pun. Tak peduli kamu kenal atau tidak.

Sama seperti pria, wanita juga tidak ada yang sempurna.

Karena itu, kamu tidak perlu terlalu percaya dengan apa yang orang lain katakan tentang wanita. Kecuali fakta bahwa mereka kurang paham apa fungsi lampu sein yang sebenarnya.

Di sisi lain, tidak semua pria itu brengsek, bajingan, dan suka melecehkan kaum feminis.

Kalau kamu ingin jadi pejantan tangguh yang ‘tidak semua ini’, hargai setiap wanita dengan sembilan cara ini.

Sekarang juga!

Lawan ketidakadilan

Sebagai pria, kamu punya hak istimewa.

Kalau kamu kebetulan melihat seorang wanita yang dilecehkan, gunakan hak istimewamu sebagai pria untuk membantunya.

Jangan hanya diam saja karena kamu tidak terlibat atau itu bukan masalahmu.

Sebagai pria yang menghargai wanita, sudah menjadi tugasmu untuk membela yang benar. Kamu punya kemampuan untuk mengambil tindakan tanpa konsekuensi.

Soal babak belur, itu urusan nanti. Yang penting action, action, action! Anggap saja kamu lagi syuting Avengers: Endgame. *kamu Chris Evans stuntman-nya.

Terima “ga mau” sebagai jawaban

Ini berlaku ketika kamu mengajak wanita kencan atau sekadar minta tolong pada teman. Atau yang semacamnya.

Hanya karena seorang wanita bilang “ga mau,” kamu jangan berpikir dia menyebalkan atau sedang PMS. Terima saja jawaban itu.

Kalau kamu mengajak seorang wanita jalan dan dia menolak, berarti dia tidak tertarik. Kamu hanya dianggap teman.

Pelis… jangan sakit hati.

Penolakan tidak membuatmu lebih rendah dari pria lain. Misuh-misuhmulah yang menentukan. Karena itu, hargai apa pun yang dikatakan wanita padamu.

“Apa aku akan bersikap kayak gini ke Emak?”

Ini adalah pedoman yang baik untuk menilai apakah kamu menghargai wanita atau tidak.

Apa kamu merasa nyaman ngomong atau melakukan sesuatu di depan emakmu (halah, jangan sok ‘ibu’ deh lu…)? Kalau jawabannya tidak, jangan ulangi karena itu tidak sopan.

Kalau kamu ingin diperlakukan wanita seperti kamu ingin diperlakukan, maka perlakukan mereka seperti apa yang emakmu harapkan.

Jangan harap semua wanita akan melakukan apa yang kamu inginkan

Sadarlah, Mas Karjo, tidak semua wanita akan bersikap baik padamu.

Beberapa wanita menyukai pria yang membukakan pintu dan menawarkan jaket saat cuaca dingin. Lainnya tidak.

Hal seperti itu normal, tidak ada yang salah dengan mereka. Perbedaan perilaku seperti itu tidak akan membuat seorang wanita jadi lebih baik atau sebaliknya.

Jadi udahlah, terima saja mereka apa adanya.

Jangan sok bilang “aku ga suka wanita lain”

Kalau kamu mengatakan ini ke seorang wanita, dia akan langsung berikir “apa yang salah dengan wanita lain?”

Oke.. mungkin kamu pikir itu adalah bentuk pujian. Tapi, itu hanya dari perspektif pria.

Hanya dari perspektifmu saja.

Faktanya, pada dasarnya setiap wanita menghargai wanita lainnya.

Jadi kalau kamu ingin menghargai wanita, kamu tidak boleh memilih. Kamu harus menghargai mereka semua. SEMUANYA.

Dengan begitu, siapa pun wanita yang berhubungan denganmu akan menunjukkan rasa hormat karena kamu menghargai dia dan gender-nya.

Dengarkan

Ini klise.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Pria terlalu banyak omong di depan wanita. Di tempat kerja, di rumah, di mana-mana.

Karena itu, besok lagi kalau ada bidadari yang berbagi pendapat atau menceritakan masalahnya, dengarkan!

Dengarkan dan tanggapi apa yang sebenarnya dia katakan, bukan apa yang kamu pikir dia katakan.

Kalau tidak jelas, tanya. Jangan membuat kesimpulan dengan egomu sendiri. (lebih jelas tentang ini, baca poin ke-7).

Jangan egois

Bisa jadi, egois adalah cara yang paling sering dilakukan pria untuk tidak menghargai wanita.

Masalahnya, mayoritas pria sering tidak sadar.

Kalau ada seorang wanita yang sharing denganmu, jangan bersikap seolah-olah kamu tahu lebih banyak darinya.

Apa pun topiknya, memutarbalikkan apa yang dia katakan bukan hanya akan membuatmu terlihat tidak sopan, tapi juga terkesan menghina dan sombong.

Kamu tidak lebih pintar dari wanita hanya karena kamu pria, IPK tiga koma atau lebih tua.

Tanggapi dengan level yang sama seperti saat kamu ngobrol dengan pria lain, anggap kamu tidak lebih pintar darinya, dan hargai setiap apa yang dia katakan.

Seperti itu.

Tidak semua wanita sama

Hanya karena satu wanita berbohong, mencampakkan, atau menolakmu, itu bukan berarti semua wanita sama.

Sama seperti kamu yang terus-menerus meyakinkan kalau tidak semua pria itu bajingan, kamu juga harus menilai wanita dengan cara yang sama.

Tidak semua pria ganas dan berbahaya. Tapi ketika faktanya memang ada banyak pria yang seperti itu, itu akan membuat wanita takut jalan-jalan di malam hari dan menolak diajak kencan.

Kamu harus benar-benar menyadari kondisi itu.

Apa kamu pernah mengkhawatirkan nyawamu karena seseorang meninggalkanmu di cafe sendirian?

Apa kamu terpaksa harus menyeberang jalan karena ada seorang pria yang mengikutimu di belakang?

Apa kamu pernah merasa takut berada di dalam angkot sendirian?

Asal kamu tahu, wanita harus hidup dengan perasaan seperti itu selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Tidak semua pria pantas ditakuti, tapi ada banyak pria yang pantas ditakuti sehingga wanita tidak bisa hidup tanpa rasa takut.

Jadi lain kali ketika kamu ngomong “tidak semua pria sama,” ingat poin ke-8 ini.

Percayai mereka

Apa pun alasannya, menggurui wanita itu sangat tidak sopan.

Kalau ada wanita yang mengeluh karena dia dilecehkan di tempat kerja, kamu jangan menyuruhnya memakai rok yang lebih panjang.

Bukan hakmu menyuruhnya seperti itu. Lagian, dia tidak akan menganggap itu sebagai perhatian.

Ada banyak cara untuk memperhatikan wanita tanpa harus menggurui mereka.

Tidak ada yang mau menjadi korban. Apalagi, ketika para korban terus disalahkan.

Jadi, sudah siap menghargai wanita?

Semua wanita layak diperlakukan dengan baik, adil, penuh rasa hormat. Jadi sekali lagi, kalau kamu benar-benar ingin menghargai wanita, kamu sudah berada di jalan yang benar.

Kamu tinggal memahami apa yang sudah saya jelaskan di atas dan mempraktekkannya sekarang juga!

Ga ada segelintir pun wanita yang bisa dijadikan percobaan? Kok dramatis banget sih hidupmu?

Saya Amanes Marsoum, salam.